Akhbar

Kiai Masih Patron Utama Kemenangan Calon Bupati Sumenep

Jum'at, 25 Oktober 2019 20:30 wib

...
Pilkada Serentak 2020 (santrinews.com/times)

Sumenep – Sumenep satu diantara dari empat kabupaten di Madura yang bakal melangsungkan Pilkada Serentak 2020 mendatang. Sejumlah nama kandidat sudah bermunculan.

Siapa tokoh yang paling berpeluang mendapat mandat rakyat menggantikan kepemimpinan KH A Busyro Karim –Bupati Sumenep dua periode 2010-2020?

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam, geopolitik dan kultur perilaku warga di Sumenep dalam menentukan pilihan politiknya masih dominan bergantung pada patron atau ketokohan.

“Basis pemilih hijau dengan patron utama kiai dan birokrat masih menjadi kekuatan utama di Sumenep,” kata Surokim saat dikonfirmasi, Jumat, 25 Oktober 2019.

Baca juga: Pilgub Jatim, Panggung Pertarungan Gagasan Kader NU

Dengan demikian, menurut Surokim, calon yang punya koneksi dengan patron tokoh utama tersebut di Sumenep yang punya peluang lebih besar terpilih dalam Pilkada.

“Sebagaimana dalam keyakinan masyarakat Madura bahwa kiai, birokrat dan guru masih menjadi patron utama untuk meraih kepercayaan masyarakat,” kata Dekan FISIP (UTM) tersebut.

Ia tak menafikan bahwa berdasarkan pengalaman dari pemilu ke pemilu memang ada perubahan preferensi politik — secara khusus— masyarakat di Madura. “Tetapi saya memprediksi ketokohan masih menjadi faktor yang menentukan,” tandasnya.

Apalagi, lanjut Surokim, ada gairah di daerah-daerah di Madura yang ingin segera mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah lain. “Menginginkan pemimpin yang progresif dari kalangan birokrat dan pesantren,” tegasnya.

Menurut Surokim, dilihat dari geopolitik Madura, Sumenep termasuk daerah yang paling pesat pertumbuhannya termasuk dalam politik.

“Politik di Sumenep relatif lebih demokratis dan terbuka jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Madura,” ujarnya.

“Bahkan di Sumenep pertumbuhan partai-partai juga berjalan baik termasuk partai yang non hijau sebagai kekuatan tradisional utama juga bisa berkembang,” sambungnya.

Hasil Survei Santri Politika
Sejauh ini sudah muncul sebanyak 14 nama yang potensial maju pada Pilkada Sumenep 2020, sebagaimana dirilis oleh Santri Politika, sebuah Lembaga Kajian dan Riset, pada pertengahan Juli 2019 lalu.

Nama-nama tersebut adalah Achmad Fauzi, KH Amiruddin Nahrawi, Achsanul Qosasi, Nyai Hj Dewi Kholifah, Fattah Yasin, Nyai Hj Nurfitriana Busyro Karim, KH Imam Hasyim, KH Ilyasi Siraj, KH Moh Unais Ali Hisyam, Malik Effendi, KH Muhammad Shalahuddin (Gus Mamak), Novi Sujatmiko, dan KH A Pandji Taufiq, dan Imam Idafi.

“Nama-nama ini memang sama-sama punya potensi dan kans kuat,” kata Peneliti Santri Politika, Moh Ridwan, Selasa, 16 Juli 2019.

Mereka berasal dari latarbelakang yang beragam, mulai dari politisi, pengusaha, birokrat, dan tokoh agama. Penyebutan nama-nama tersebut sesuai urutan abjad, bukan popularitas. (red)