Akhbar

Penuhi Kebutuhan APD Kesehatan, Pemkab Sumenep Libatkan Wirausaha Muda

Senin, 06 April 2020 19:30 wib

...
Bupati Sumenep KH A Busyro Karim memegang Alat Pelindung Diri bagi tenaga medis saat meninjau sentra produksi Wirausaha Muda Sumenep, Senin, 6 April 2020 (santrinews.com/bahri)

Sumenep – Kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis dalam penanganan penyebaran virus Corona atau Covid-19 sangat terbatas. Pemerintah Kabupaten Sumenep pun memanfaatkan pelaku usaha lokal yang tergabung dalam Wirausaha Muda Sumenep (WMS).

Bukan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan petugas medis, Pemkab Sumenep sengaja melibatkan WMS dalam memproduksi APD sebagai salah satu upaya menghidupkan ekonomi masyarakat di tengah mewabahhnya virus corona.

“Ini juga salah satu upaya pemerintah menghidupkan ekonomi masyarakat saat merebahnya wabah virus corona,” kata Bupati Sumenep KH A Busyro Karim, di sela-sela meninjau sentra produksi WMS, Senin, 6 Apri 2020.

Baca juga: Usai Ikhtiar Siaga Corona, Bupati Kiai Busyro Berdoa di Masjid Jamik

Kiai Busyro datang meninjau WMS bersama anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep guna memastikan produksi APD dan masker oleh WMS untuk tenaga medis benar-benar steril dan tetap berlanjut.

WMS adalah salah satu program unggulan pasangan Bupati KH A Busyro Karim dan Wakil Bupati Achmad Fauzi untuk mencetak lima ribu wirausaha muda selama lima tahun kepemimpinannya. Sejak diluncukran pada 2016, WMS telah melahirkan wirausahawan muda yang membuka usaha di daerahnya masing-masing.

Selama ini wirausahawan muda membuat kerajinan songkok atau kopyah, batik, dan kerajinan lainnya. Pada masa darurat virus Corona, Kiai Busyro meminta MWS untuk sementara mengalihkan pada pembuatan kebutuhan APD bagi tenaga medis maupun masyarakat.

“Kami ingin untuk memenuhi kebutuhan APD bisa dilakukan oleh wirausahawan muda, di antaranya membuat jas pelindung diri petugas medis, masker, dan bingkai bilik sterilisasi,” ujarnya.

Baca juga: DPRD Sumenep Apresiasi Langkah Bupati Antisipasi Corona

Menurut Kiai Busyro, para tenaga medis berada di garda terdepan dalam penanganan Corona, sehingga bantuan peralatan bagi mereka sangat penting agar dapat melindungi diri. Sebab, mereka tidak pernah tahu bahwa pasien yang datang berobat itu sakit atau tidak.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep telah memesan sebanyak 500 APD kesehatan untuk kebutuhan di Puskesmas,” ujarnya.

Kiai Busyro mengaku telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah dan pihak terkait sejak awal menyebarnya wabah Corona agar memperhatikan pelaku Usaha Kecil Menengah termasuk wirausaha muda dalam pemenuhan kebutuhan APD yang persediaannya terbatas.

Dengan membeli APD kesehatan dari hasil kerajinan masyarakat Sumenep, kata Kiai Busyro, menjadi salah satu upaya menghidupkan ekonomi masyarakat. “Sehingga mereka tidak jadi pengangguran, tetap bekerja di tengah-tengah wabah Covid-19,” tegasnya.

Baca juga: Tiba di Sumenep, 196 Santri Sidogiri Jalani Tes Kesehatan

Ia menambahkan Pemkab Sumenep tidak perlu memberikan bantuan anggaran khusus bagi WMS dalam pembuatan APD kesehatan. Sebab, anggarannya sudah ada di dinas terkait untuk program wirausahawan muda.

“Tidak perlu, namun merubah karya kerajinan yang biasa membuat songkok atau batik, dialihkan ke kerajinan APD kesehatan selama wabah Covid-19 belum terkendali,” pungkasnya. (rus/onk)