Akhbar

Usai Ikhtiar Siaga Corona, Bupati Kiai Busyro Berdoa di Masjid Jamik

Selasa, 24 Maret 2020 15:30 wib

...
Bupati Sumenep KH A Busyro Karim berdoa usai mengimami shalat duhur berjemaah di Masjid Jamik, Selasa, 24 Maret 2020 (santrinews.com/bahri)

Sumenep – Berbagai ikhtiar dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19, seraya berdoa memohon kepada Allah.

Usai konferensi pers bersama Forkopimda siapsiaga virus Corona di Pendopo Agung, Selasa, 24 Maret 2020, Bupati Sumenep KH A Busyro Karim langsung memantau Masjid Jamik yang berjarak sekitar 100 meter.

Baca juga: Bantu Tangani Pasien Corona, PBNU Siapkan 23 Rumah Sakit

Tidak hanya memantau, Kiai Busyro juga mengimami shalat jamaah dzuhur bersama Forkopimda dan masyarakat. Kiai Busyro tampak khusuk berdzikir.

Usai dzikir ia mengimbau jamaah terutama masyarakat yang biasa beribadah di Masjid Jamik agar bersabar dengan tidak mengunjung masjid dalam beberapa hari ke depan.

“Saya sampaikan untuk sementara waktu, lebih baik kita melaksanakan ibadah di rumah dulu, hal ini demi menjaga keselamatan kita dari wabah Covid-19,” tegasnya.

Baca juga: Achmad Fauzi Terima Mandat Bendera NU dari Santri

Menurut bupati dua periode ini, keputusan tersebut demi menjaga keselamatan masyarakat dari penularan Covid-19. “Kesadaran kolektif itu penting dan mari bersama-sama meningkatkan kesadaran,” tandasnya.

Bukan hanya tempat ibadah. Tempat keramaian seperti tongkrongan dan coffe juga harus tidak beroperasi sesuai waktu yang ditentukan. “Maksimal coffe atau tempat ngopi pukul 10 malam sudah harus tutup,” tegasnya.

Baca juga: Virus Corona dan Syaikh Ibnu Athaillah Sakandari

Saat Kiai Busyro memantau, semua area Masjid Jamik Sumenep tengah dilakukan penyemprotan disenfektan. Selain menyemprotkan disenfektan, Pemkab Sumenep juga membagikan masker pengaman kepada jemaah Masjid Jamik.

Dalam konfrensi pers, Kiai Busyro mengungkapkan data terbaru virus Corona. Per 24 Maret, di Sumenep terdapat 12 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan 690 Orang Dalam Resiko (ODR). Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak ada.

Pemkab Sumenep sudah menyediakan ruang isolasi khusus di Gedung Islamic Center Bindara Saod di Kecamatan Batuan bagi warga yang positif Corona. (ari/onk)