Akhbar

Bangkitkan Ghirah Literasi, Fatayat NU Sumenep Gelar Talk Show bersama Khilma Anis

Kamis, 05 Maret 2020 22:00 wib

...

Perempuan punya modal cukup untuk menghasilkan karya tulis.

Sumenep – Pimpinan Cabang Fatayat NU Sumenep menggelar talk show literasi bersama Khilma Anis, penulis novel best seller “Hati Suhita” di Kantor PCNU Sumenep, Kamis, 5 Maret 2020.

Talk show dengan mengangkat tema “Membangkitkan Ghirah Literasi” itu bertujuan membangkitkan gairah literasi perempuan di Sumenep khususnya di kalangan Fatayat NU.

Baca juga: Khilma Anis: Jangan Mati sebelum Punya Karya

Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Tin Mayyah, menjelaskan kegiatan ini merupakan respon atas persoalan literasi yang masih dirasa rendah khusunya di kalangan perempuan NU.

Ia mengatakan, salah satu program Fatayat NU Sumenep adalah penguatan literasi. Semula kegiatan ini direncanakan pada Juni 2020 mendatang. “Tetapi tiga hari lalu dapat kabar bahwa penulis Hati Suhita bisa hadir hari ini,” kata Tin Mayyah.

Ia berharap kehadiran Khilma Anis mampu melahirkan penulis-penulis baru di Sumenep terutama dari kader Fatayat NU.

Koordinator Litbang PC Fatayat NU Sumenep Istianah Tajuddin menambahkan, perempuan sebenarnya memiliki modal cukup untuk menghasilkan karya tulis. Sebab, perempun selalu punya banyak cerita unik. Namun, kisah itu kerapkali hanya diceritakan secara lisan pada teman, tetangga, atau keluarga.

Baca juga: In Memoriam Arief Santosa: Ingin Kaya Jangan Jadi Penulis, Jadi Pedagang Saja

“Perempuan punya modal (cerita) yang cukup untuk berkarya. Tinggal bagaimana kisah itu ditulis, bukan hanya disampaikan dalam budaya tutur,” kata Istianah.

Di hadapan para peserta, Khilma Anis memberikan motivasi serta tips menulis. Menurut dia, menulis adakalanya membosankan. Ketika bosan, maka kuncinya rehat sejenak.

“Ketika saya menulis merasa buntu maka saya berhenti terlebih dahulu,” kata Khilma menceritakan awal dirinya bergelut dalam menulis novel.

Dulu orang menganggap sastra itu sempit. Faktanya, hari ini sastra sudah menembus batas. “Jika dulu orang-orang tidak percaya dengan sastra sekarang percaya,” ujarnya.

Baca juga: Menulis Itu Butuh Hati

Khilma mengatakan, banyak orang sering meremehkan hal-hal kecil. Lazimnya selalu berangan-angan besar. Padahal hal kecil itu kadang menjadi kunci. “Jangan kita terjebak dalam angan-angan besar jika tidak ada hasilnya,” tegasnya.

Mantan aktifis PMII UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengajak para perempuan untuk terus giatkan literasi, berkarya melalui tulisan.

“Jangan takut untuk berkarya, dimulai dari pengurus cabang dengan mengumpulkan antologi tulisan kader Fatayat mulai ranting hingga cabang,” kata Khilma seraya mengutip pernyataan Imam Al-Ghazali bahwa jika kalian bukan anak raja maka menulislah. (rus/onk)