Akhbar

Raja Sumenep Berjasa Sebarkan Islam Aswaja

Senin, 21 Oktober 2019 14:30 wib

...
Wakil Rais Syuriah PCNU Sumenep KH Hafidzi Syarbini memimpin istighasah Haul Raja-Raja Sumenep di Asta Tinggi (santrinews.com/mahrus)

Sumenep – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep KH A Pandji Taufiq mengatakan, para Raja Sumenep adalah tokoh yang berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja).

“Sudah seharusnya, khususnya bagi kami pengurus Nahdlatul Ulama, mengadakan Haul atau Istighatsah di Asta Tinggi ini,” kata Kiai Pandji saat sambutan di acara istighasah dan bersih-bersih di kompleks pemakaman Raja-Raja Sumenep di Asta Tinggi, Senin pagi, 21 Oktober 2019.

Baca: Ziarah Makam Raja-raja Sumenep, Khofifah Minta Pemkab Perkuat Wisata Religi

Asta Tinggi adalah kompleks pemakaman para raja dan keluarga bangsawan Keraton Sumenep. Dibangun sekitar 1750 Masehi, awal abad 17, Asta Tinggi terletak di Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep. Berjarak sekitar 2,5 kilometer arah barat dari Keraton Sumenep.

Istighasan dan gerakan bersih-bersih makam adalah salah satu rangkaian kegiatan menyambut peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. Diawali shalat subuh berjamaah, istighasah dipimpin oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Sumenep KH Hafidzi Syarbini.

Baca juga: NU Sumenep: Santri Milenial Harus Garda Terdepan Bentengi Indonesia

Kiai Pandji menjelaskan, istighasan dan gerakan bersih-bersih makam bertujuan untuk mengenalkan lebih dekat Asta Tinggi kepada generasi muda, khusunya kaum santri.

“Juga salah satu upaya mengawinkan NU dengan para pendahulu Sumenep yang ada di Asta Tinggi ini,” tegasnya.

“Pendahulu kita ini banyak corak keberagamannya. Namun, keislamannya yaitu Ahlusunnah Waljamaah. Islam yang mengedapankan akhlak mulia,” sambungnya.

Baca juga: NU Sumenep Jelajah Situs Sejarah Pejuang Aswaja

Dalam kesempatan itu, PCNU Sumenep juga menyerahkan sejumlah alat kebersihan seperti sapu lidi dan tempat sampah plastik kepada pengelola Asta Tinggi. “Ini bentuk kepedulian kami dan santri kepada kebersihan,” tandasnya.

Dari Asta Tinggi, kegiatan dilanjutkan ke makam KH Abi Sudjak –salah satu pendiri NU Sumenep—yang berlokasi tidak jauh dari Asta Tinggi. Di sana juga mereka melaksanakan istighatsah bersama. (rus/onk)