Akhbar

Bekali 270 CPNS, BKPSDM Sumenep Gelar Simulasi CAT

Minggu, 26 Januari 2020 05:30 wib

...
Peserta CPNS Sumenep usai mengikuti Computer Assisted Tes (CAT)di Gedung SKD Batuan, Sabtu, 25 Januari 2020 (santrinews.com/bahri)

Sumenep satu diantara 4 kota di Jawa Timur yang dapat melaksanakan tes seleksi CPNS secara mendiri.

Sumenep – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar simulasi tes seleksi kompetensi dasar (SKD) berbasis komputer atau Computer Assisted Tes (CAT) bagi calon Aparatur Sipil Negara (ASN), Sabtu, 25 Januari 2020.

Diikuti oleh 270 calon ASN atau calon pegawai negeri sipil (CPNS), simulasi tersebut berlangsung selama sehari dan terbagi dalam dua sesi, di Gedung Sarana Kegiatan Diklat Batuan.

“Sesi pertama sebanyak 135 peserta dan sesi kedua juga 135 peserta,” kata Sekda Sumenep Edy Rasyidi kepada SantriNews.com di sela simulasi.

Baca juga: Pemerintah Siapkan 361 Titik Lokasi Tes SKD CPNS

Edy menjelaskan, simulasi ini merupakan pembekalan bagi CPNS Sumenep agar mereka dapat mengikuti tes sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). “Agar mereka punya wawasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam simulasi tersebut peserta dibekali tatacara pelaksanaan tes yang akan dilaksanakan pada Senin, 27 Januari 2020 di tempat yang sama dengan pelaksanaan simulasi ini.

Edy menyebutkan misalnya tentang kesterilan ruangan. Peserta dilarang membawa benda apapun kecuali KTP dan Kartu Peserta Tes. “Jadi barang-barang mereka disedikan tempat khusus, alat tulispun kami sediakan, tak perlu bawa sendiri,” jelasnya.

Dengan simulasi itu, Edy berharap semua peserta dapat melangsungkan tes secara maksimal. Mereka juga diharapkan mampu memenuhi tiga kriteria penilaian, yakni tes kemampuan pribadi, intelejensi umum, dan wawasan kebangsaan.

Edy mengimbau agar peserta datang satu jam lebih awal sebelum pelaksanaan tes dimulai. Hal itu harus dilakukan karena ada beberapa prosedur yang harus dilakukan peserta sebelum masuk ruang tes.

Yakni mulai dari melakukan heregistrasi kelengkapan peserta, setelah itu masuk ke ruang penitipan barang, dilanjutkan ke ruang detektor, dan terakhir mereka masuk ke ruang tunggu untuk dicek lagi oleh tim BKN.

Selesai tahapan tersebut, baru peserta akan diberi PIN peserta yang sudah teregestrasi melalui scan barcode. “Misal tes mereka pukul 8.30 WIB, maka minimal pukul 07.00 WIB sudah di sini,” pungkasnya.

BKN Tinjau Persiapan
Badan Kepegawaian Nasional (BKN) wilayah kerja Jawa Timur meninjau persiapan tes seleksi kompetensi dasar CPNS Sumenep. Sumenep satu diantara 4 kota di Jatim yang dapat melaksanakan seleksi CPNS secara mendiri. Yakni Madiun, Malang, dan Probolinggo.

Kepala BKN wilayah Jatim Tauchid Djatmiko datang meninjau pelaksanaan simulasi. Ia mengaku, kedatangannya untuk memastikan segala persiapan BKPSDM Sumenep untuk tes CPNS.

“Sebagai penanggung jawab dari panitia seleksi CPNS nasional yang bertugas di wilayah kerja regional II (Jatim), saya memastikan kesiapan di sini,” ujarnya di sela simulasi.

Menurut Djatmiko, kerja BKPSDM Sumenep untuk pelaksanaan tes CPNS 2020 sudah maksimal. “Tadi saya sudah cek segala persiapan-persiapan, ternyata sudah 95 persen,” jelasnya.

Djatmiko menegaskan, tes CPNS ini sangat ketat dan tak ada ruang bagi peserta melakukan kecurangan. Apalagi soal tes tidak ada yang sama antara soal yang satu dengan yang lainnya.

“Tes dipastikan steril, tak ada intervensi. Karena soal tes juga dikirim pada hari itu juga lewat internet, selesai tes langsung ditutup,” tegasnya.

Selain itu, tes CPNS ini juga dilengkapi live scoring yang akan menampilkan hasil tes peserta pada saat itu juga. “Jadi selesai mereka mengisi soal, hasilnya bisa langsung dilihat di layar live scoring itu dan hal itu juga dapat dilihat oleh publik,” tandasnya.

Karena itu, ia mengimbau seluruh peserta untuk memastikan segala kesiapan mereka untuk ikut tes pada senin mendatang. Mulai dari kesiapan fisik hingga segala syarat administrasi yang dibutuhkan saat pelaksanaan.

“Pesan untuk para peserta benar-benar dipersiapkan, dan yang paling utama stamina serta jangan lupa KTP dan kartu peserta,” pungkasnya. (ari/onk)