Akhbar

Pilkada Sumenep, PKB: Harus Bersatu, Semua Calon Kader NU

Minggu, 29 Desember 2019 12:30 wib

...

Sumenep – Tujuh Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep yang mendaftar melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menandatangani “Pakta Integritas An-Nahdliyah” di Hotel C1, Jl Sultan Abdurahman Kolor Sumenep, Ahad 29 Desemeber 2019.

Ketua Tanfidz DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim dalam sambutannya mengatakan, semula ada 10 tokoh yang mendaftar ke PKB. Namun yang mengembalikan formulir hanya ada tujuh orang. Tiga lainnya dipastikan tidak jadi maju.

Kiai Imam menegaskan, tujuh orang yang akan diusung PKB tersebut semua adalah kader NU. “Jadi siapapun nanti yang direkomendasikan (DPP PKB) harus diterima dengan legowo,” ujarnya.

Baca juga: 7 Tokoh Berebut Tiket PKB untuk Maju Pilkada Sumenep 2020

Hampir senada disampaikan Sekretaris DPW PKB Jawa Timur Baddrut Tamam. Ia mengatakan, tujuh calon yang sudah mendaftar di PKB merupakan orang hebat yang punya komitmen untuk memajukan Sumenep.

Karena itu, Baddrut yang juga Bupati Pamekasan mempersilakan semua kader PKB untuk merekomendasikan siapa saja yang dianggap pantas untuk diusung PKB di Pilkada Sumenep 2020

“Tapi ketika sudah diputuskan siapa yang direkomendasikan oleh PKB, maka semua perbedaaan itu harus berhenti, harus bersatu,” tegasnya.

Sebab, lanjut Baddrut, semua merupakan tokoh yang memiliki keistimewaan tersendiri dan semua merupakan kader NU.

Penandatanganan Pakta Integritas diawali dengan Pembacaan Ayat suci Al-Quran dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan.

Baca juga: Pilkada Sumenep, PKB: Harus Bersatu, Semua Calon Kader NU

Selain para bakal calon dan para pengurus PKB, hadir juga sejumlah tokoh. Diantaranya Rais Syuriah PCNU Sumenep KH Taufiqurrahman FM, Sekretaris DPW PKB Jawa Timur Baddrut Tamam, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Sumenep KH A Busyro Karim, dan Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim.

Sebelumnya, DPC PKB Sumenep membuka pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Sumenep pada 30 Oktober-15 November 2019.

Hingga hari terakhir masa pendaftaran, tiga dari 10 pendaftar tidak melengkapi berkas persyaratan. Mereka adalah Achmad Fauzi, KH Abdul Hamid Ali Munir, dan Ahmad Zainal Arifin.

Sejak Pemilu 1999, PKB tercatat sebagai partai politik pemenang di Sumenep. Bahkan, tiga periode —hampir 15 tahun— Bupati Sumenep juga berasal dari kader PKB.

Bermodal 10 kursi di parlemen hasil Pemilu 2019 lalu –20 persen peraih kursi atau suara sesuai persyaratan— PKB Sumenep bisa mengusung calon sendiri pada Pilkada Sumenep 2020 tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. (ari/hay)