Akhbar

Kemenag Sumenep Bekali Pelajar Pengetahuan Seputar Pernikahan

Rabu, 11 Desember 2019 19:00 wib

...
Suasana sosialisasi dan bimbingan pranikah di Aula SMAN 1 Batuan, Sumenep (santrinews.com/susmiyati)

Sumenep – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep M Juhedi mengatakan, salah satu prasyarat yang harus dimiliki seseorang sebelum menikah adalah sudah mampu.

Dalam Islam, menurut dia, kategori mampu adalah mereka yang secara fisik dan mental kuat. Sehingga mampu bertanggung jawab atas segala beban pernikahan.

“Artinya, meskipun umurnya 19 tahun kalau mentalnya masih 15 tahun, itu belum bisa dikatakan mampu,” kata Juhedi saat sambutan pada pembukaan sosialisasi dan bimbingan pranikah di SMAN 1 Batuan, Selasa, 10 Desember 2019.

Baca juga: MUI: Istri Punya Hak Nafkah Beli Lipstik

Bimbingan pranikah itu digelar Seksi Binmas Islam Kemenag Sumenep dengan tujuan memberikan bekal bagi pelajar atau remaja agar memiliki pengetahuan serta kematangan saat nanti memutuskan menikah.

Menurut Juhedi, saat ini angka pernikahan dini masih cukup tinggi. Hal ini harus diantisipasi. Sebab, pernikahan dini sering menimbulkan banyak permasalahan.

Ia menyebut diantaranya angka percerain yang semakin meningkat. Begitu juga rawan terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Dan yang lebih memprihatinkan tidak sedikit yang putus pendidikan,” tegasnya.

“Dengan bimbingan pranikah ini saya bisa mencegah maraknya pernikahan dini,” lanjutnya.

Baca juga: Khofifah: Nikah Siri Rentan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Sebelum mengakhiri sambutan, ia berpesan agar pemuda atau pelajar membekali diri dengan pandangan jauh ke depan, memiliki integritas dan cita-cita yang tinggi.

“Raihlah kesuksesan demi masa depan bangsa yang gemilang,” pesannya di hadapan 50 peserta yang terdiri dari siswa kelas akhir SMAN I Batuan.

Kasubbag TU Kemenag Sumenep Mukh Anif menjelaskan, dalam UU Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, umur ideal menikah bagi perempuan dan laki-laki minimal sudah berumur 19 tahun.

Baca juga: Hindari Perzinaan, MUI Batasi Usia Nikah Minimal 16 Tahun

“Umur ideal bagi perempuan dan laki-laki tentu berbeda, itu sesuai dengan kondisi fisik dan psikologi dalam menghadapi kehidupan pernikahan kelak,” ujarnya.

Namun, ia menambagkan, dalam hukum Islam syarat umur untuk menikah tidak ada patokan yang paten. “Ukurannya adalah mereka yang sudah dikategorikan mampu,” ujarnya. (sus/ari)